Pasuruan, Kecamatan Penengahan Upaya meningkatkan hasil produksi padi sekaligus menekan kerugian akibat serangan organisme pengganggu tanaman terus dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pasuruan. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan Pengelolaan Hama Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) yang dilaksanakan di Balai Desa Pasuruan Pada Tanggal 04 Feberuari 2026 dan diikuti oleh anggota kelompok tani Desa Pasuruan.
Kegiatan penyuluhan ini menjadi momentum penting bagi para petani untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai permasalahan hama di lahan persawahan, terutama Hama Tikus yang selama ini kerap menyebabkan penurunan hasil panen. Selain hama tikus, penyuluhan juga membahas hama lain yang sering menyerang tanaman padi, seperti wereng, penggerek batang, dan hama daun, beserta cara mengatasinya secara tepat dan berkelanjutan.
Penyuluhan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Pasuruan, Bapak Sumali, Ketua Gapoktan Desa Pasuruan, Bapak Ngadiwanto, serta Ibu dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) yang hadir sebagai narasumber. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah desa, kelembagaan petani, dan akademisi dalam mendukung kemajuan pertanian di Desa Pasuruan.
Dalam sambutannya, Ketua Gapoktan Desa Pasuruan, Bapak Ngadiwanto, menjelaskan bahwa pendekatan Pengelolaan Hama Terpadu merupakan metode yang efektif dan ramah lingkungan. Menurutnya, IPM tidak hanya berfokus pada pemberantasan hama, tetapi juga mengajarkan petani untuk memahami ekosistem sawah secara menyeluruh.
IPM mengajarkan petani untuk mengenali hama, memahami siklus hidupnya, dan menentukan cara pengendalian yang tepat. Dengan begitu, penggunaan pestisida kimia bisa ditekan dan lingkungan tetap terjaga.
Dalam sesi utama penyuluhan, Ibu dosen dari Fakultas Pertanian Unila menyampaikan materi secara komprehensif mengenai konsep dan prinsip Pengelolaan Hama Terpadu. Narasumber menjelaskan bahwa IPM merupakan pendekatan pengendalian hama yang mengutamakan pencegahan, pengamatan lapangan secara rutin, serta pengendalian hama berdasarkan ambang ekonomi.
Secara khusus, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pengendalian hama tikus pada tanaman padi. Beberapa metode yang disampaikan antara lain sanitasi lahan dan pemusnahan sarang tikus, pelaksanaan gropyokan secara serentak, pemasangan perangkap, serta pengaturan waktu tanam secara bersamaan untuk memutus siklus perkembangan hama. Selain itu, petani juga dikenalkan pada pemanfaatan musuh alami dan pengelolaan habitat sebagai bagian dari strategi IPM.
Selain hama tikus, penyuluhan juga membahas cara mengatasi hama dan penyakit lain pada tanaman padi. Petani diberikan penjelasan mengenai cara mengenali gejala serangan sejak dini, pengendalian secara mekanis dan biologis, serta penggunaan pestisida secara bijak dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan petani.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana interaktif dan komunikatif. Para petani tampak antusias mengikuti setiap sesi, bahkan aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait permasalahan hama yang mereka hadapi di lapangan. Diskusi yang terjadi menjadi sarana bertukar pengetahuan antara petani dan narasumber, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diaplikasikan.
Melalui kegiatan penyuluhan Pengelolaan Hama Terpadu ini, Gapoktan Desa Pasuruan berharap para petani mampu menerapkan prinsip IPM secara konsisten dalam kegiatan budidaya padi. Dengan penerapan IPM, diharapkan serangan hama dapat ditekan, produktivitas tanaman padi meningkat, serta keseimbangan ekosistem pertanian tetap terjaga.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Gapoktan Desa Pasuruan bersama Pemerintah Desa Pasuruan dan Universitas Lampung dalam mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan demi kesejahteraan petani dan masyarakat Desa Pasuruan.

Dari Sampah Menjadi Berkah, Dari Keluarga untuk Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Bergerak Melalui Bank Sampah dan Dasawisma Helau
57

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Pembentukan FPRB dan Satgas DESTANA
158

Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana Desa Pasuruan Tahun 2026 Digelar Bersama Universitas Lampung
165
Pemerintah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027 untuk Wujudkan Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif
82

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Sambut 26 Mahasiswa KKN ITERA, Perkuat Sinergi Untuk Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat
202

Rembuk Stunting Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan 2026 Langkah Nyata Desa Pasuruan Wujudkan Anak Sehat Dan Berkualitas
169

Dari Sampah Menjadi Berkah, Dari Keluarga untuk Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Bergerak Melalui Bank Sampah dan Dasawisma Helau
Berita
57

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Pembentukan FPRB dan Satgas DESTANA
Berita
158

Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana Desa Pasuruan Tahun 2026 Digelar Bersama Universitas Lampung
Berita
165
Pemerintah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027 untuk Wujudkan Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif
Berita
82

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Sambut 26 Mahasiswa KKN ITERA, Perkuat Sinergi Untuk Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat
Berita
202

Rembuk Stunting Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan 2026 Langkah Nyata Desa Pasuruan Wujudkan Anak Sehat Dan Berkualitas
Berita
169
Jl. RANUWIJAYA II DUSUN BANYUMAS RT 001 RW 001 DESA PASURUAN KECAMATAN PENENGAHAN KEBUPATEN LAMPUNG SELATAN Penengahan