Pasuruan News Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Pengetahuan, kepedulian, serta kerja sama seluruh masyarakat menjadi kunci agar sebuah desa mampu menghadapi bencana dengan lebih siap.
Semangat itulah yang menjadi dasar pelaksanaan Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026, yang dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Desa Pasuruan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bencana sekaligus membangun kesiapan bersama dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua Pelaksana Bapak Amril Maruf Siregar, S.T., M.T., Sekretaris Kecamatan Penengahan Bapak Sohari, S.E., M.M., Kepala Desa Pasuruan Bapak Sumali, S.M. yang diwakili oleh Bapak Sugeng Hariyono selaku Sekretaris Desa Pasuruan, Ketua BPD yang diwakili Bapak Subroto, Ketua LPM Bapak Rukun Hariyoto, Bhabinkamtibmas Bapak Aziz, aparatur desa, para narasumber, Karang Taruna, kader, TP PKK, serta masyarakat peserta sosialisasi. Kegiatan ini bukan sekadar penyampaian materi mengenai bencana. Lebih dari itu, sosialisasi menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Ketua Pelaksana, Bapak Amril Maruf Siregar, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Menurutnya, masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi, bagaimana bersikap ketika bencana terjadi, hingga langkah yang perlu dilakukan setelah kondisi darurat berakhir. Kesiapsiagaan tersebut akan semakin kuat apabila seluruh unsur masyarakat ikut terlibat. Pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, pemuda, kader, TP PKK, unsur keamanan, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun desa yang tangguh.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Desa Pasuruan.
Sambutan Kepala Desa Pasuruan Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Pengetahuan, kepedulian, serta kerja sama seluruh masyarakat menjadi kunci agar sebuah desa mampu menghadapi bencana dengan lebih siap. Semangat itulah yang menjadi dasar pelaksanaan Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026, yang dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Desa Pasuruan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bencana sekaligus membangun kesiapan bersama dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua Pelaksana Bapak Amril Maruf Siregar, S.T., M.T., Sekretaris Kecamatan Penengahan Bapak Sohari, S.E., M.M., Kepala Desa Pasuruan Bapak Sumali, S.M. yang diwakili oleh Bapak Sugeng Hariyono selaku Sekretaris Desa Pasuruan, Ketua BPD yang diwakili Bapak Subroto, Ketua LPM Bapak Rukun Hariyoto, Bhabinkamtibmas Bapak Aziz, aparatur desa, para narasumber, Karang Taruna, kader, TP PKK, serta masyarakat peserta sosialisasi. Kegiatan ini bukan sekadar penyampaian materi mengenai bencana. Lebih dari itu, sosialisasi menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ketua Pelaksana, Bapak Amril Maruf Siregar, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi, bagaimana bersikap ketika bencana terjadi, hingga langkah yang perlu dilakukan setelah kondisi darurat berakhir. Kesiapsiagaan tersebut akan semakin kuat apabila seluruh unsur masyarakat ikut terlibat. Pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, pemuda, kader, TP PKK, unsur keamanan, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun desa yang tangguh.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Desa Pasuruan.
Sambutan Kepala Desa Pasuruan Bapak Sumali, S.M. disampaikan oleh Bapak Sugeng Hariyono selaku Sekretaris Desa Pasuruan. Dalam sambutannya, Pemerintah Desa Pasuruan menyampaikan apresiasi kepada Universitas Lampung dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.Pembentukan Desa Tangguh Bencana dinilai penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lokasi ketika terjadi bencana.
Karena itu, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar untuk menyelamatkan diri, membantu sesama, serta mengurangi risiko yang mungkin timbul. Pemerintah Desa Pasuruan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi saja. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat lainnya sehingga kesadaran mengenai kebencanaan semakin luas.
Sekretaris Kecamatan Penengahan, Bapak Sohari, S.E., M.M., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa persoalan bencana membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Menurutnya, semakin masyarakat memahami risiko bencana dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan, maka semakin besar pula peluang untuk mengurangi dampak ketika bencana benar-benar terjadi.
Bapak Sohari juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius dan menyerap pengetahuan yang diberikan para narasumber. Harapannya, Desa Pasuruan tidak hanya memiliki status sebagai Desa Tangguh Bencana, tetapi benar-benar memiliki masyarakat yang tanggap, siap, dan mampu menghadapi bencana.
Usai memberikan sambutan, Bapak Sohari secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana Desa Pasuruan Tahun 2026.
Untuk memperkaya pemahaman peserta, kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yakni Bapak Anma Hari Kusuma, S.I.K., M.Si., Bapak Dr. Henky Maya Guez, S.Pi., M.T., dan Ibu Dr. Helvi Yawfika, S.P., M.EP. Materi yang diberikan membahas berbagai hal mengenai kebencanaan dan pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana mengenali potensi risiko bencana, melakukan mitigasi, mempersiapkan diri sebelum bencana, hingga pentingnya koordinasi saat menghadapi situasi darurat.
Hal yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran bahwa bencana dapat terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapan tidak seharusnya baru dibangun ketika bencana sudah terjadi.
Menariknya, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat Desa Pasuruan. Mulai dari aparatur desa, BPD, LPM, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, kader, TP PKK hingga masyarakat umum.
Keterlibatan banyak unsur tersebut menunjukkan bahwa membangun desa yang tangguh membutuhkan kebersamaan. Pemuda memiliki peran dalam membantu masyarakat. Kader dan TP PKK dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan keluarga. Aparatur desa berperan dalam koordinasi dan pelayanan masyarakat, sementara masyarakat menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungannya masing-masing.
Dengan demikian, konsep Desa Tangguh Bencana bukan hanya tentang bagaimana menghadapi bencana, tetapi juga tentang bagaimana membangun masyarakat yang peduli, waspada, saling membantu, dan mampu mengambil tindakan yang tepat.
Melalui kegiatan Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana Tahun 2026 ini, Desa Pasuruan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Pengetahuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Sebab, desa yang tangguh bukan hanya desa yang memiliki berbagai fasilitas penanggulangan bencana, tetapi juga desa yang masyarakatnya tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi ancaman. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan dukungan berbagai pihak, Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan diharapkan mampu tumbuh menjadi desa yang tangguh, mandiri, dan sigap menghadapi bencana.
Kesiapsiagaan dimulai dari pengetahuan, diperkuat dengan kebersamaan, dan diwujudkan melalui tindakan nyata.
Dalam sambutannya, Pemerintah Desa Pasuruan menyampaikan apresiasi kepada Universitas Lampung dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pembentukan Desa Tangguh Bencana dinilai penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lokasi ketika terjadi bencana. Karena itu, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar untuk menyelamatkan diri, membantu sesama, serta mengurangi risiko yang mungkin timbul. Pemerintah Desa Pasuruan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi saja. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat lainnya sehingga kesadaran mengenai kebencanaan semakin luas.
Sekretaris Kecamatan Penengahan, Bapak Sohari, S.E., M.M., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa persoalan bencana membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Menurutnya, semakin masyarakat memahami risiko bencana dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan, maka semakin besar pula peluang untuk mengurangi dampak ketika bencana benar-benar terjadi.
Bapak Sohari juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius dan menyerap pengetahuan yang diberikan para narasumber. Harapannya, Desa Pasuruan tidak hanya memiliki status sebagai Desa Tangguh Bencana, tetapi benar-benar memiliki masyarakat yang tanggap, siap, dan mampu menghadapi bencana.
Usai memberikan sambutan, Bapak Sohari secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana Desa Pasuruan Tahun 2026.
Untuk memperkaya pemahaman peserta, kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yakni Bapak Anma Hari Kusuma, S.I.K., M.Si., Bapak Dr. Henky Maya Guez, S.Pi., M.T., dan Ibu Dr. Helvi Yawfika, S.P., M.EP. Materi yang diberikan membahas berbagai hal mengenai kebencanaan dan pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana mengenali potensi risiko bencana, melakukan mitigasi, mempersiapkan diri sebelum bencana, hingga pentingnya koordinasi saat menghadapi situasi darurat. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran bahwa bencana dapat terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapan tidak seharusnya baru dibangun ketika bencana sudah terjadi. Menariknya, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat Desa Pasuruan. Mulai dari aparatur desa, BPD, LPM, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, kader, TP PKK hingga masyarakat umum. Keterlibatan banyak unsur tersebut menunjukkan bahwa membangun desa yang tangguh membutuhkan kebersamaan.
Pemuda memiliki peran dalam membantu masyarakat. Kader dan TP PKK dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan keluarga. Aparatur desa berperan dalam koordinasi dan pelayanan masyarakat, sementara masyarakat menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungannya masing-masing. Dengan demikian, konsep Desa Tangguh Bencana bukan hanya tentang bagaimana menghadapi bencana, tetapi juga tentang bagaimana membangun masyarakat yang peduli, waspada, saling membantu, dan mampu mengambil tindakan yang tepat.
Melalui kegiatan Sosialisasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana Tahun 2026 ini, Desa Pasuruan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Pengetahuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari budaya masyarakat.Sebab, desa yang tangguh bukan hanya desa yang memiliki berbagai fasilitas penanggulangan bencana, tetapi juga desa yang masyarakatnya tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi ancaman.
Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan dukungan berbagai pihak, Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan diharapkan mampu tumbuh menjadi desa yang tangguh, mandiri, dan sigap menghadapi bencana. Kesiapsiagaan dimulai dari pengetahuan, diperkuat dengan kebersamaan, dan diwujudkan melalui tindakan nyata.

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Pembentukan FPRB dan Satgas DESTANA
22
Pemerintah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027 untuk Wujudkan Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif
14

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Pembentukan FPRB dan Satgas DESTANA
22
Pemerintah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027 untuk Wujudkan Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif
14

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Sambut 26 Mahasiswa KKN ITERA, Perkuat Sinergi Untuk Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat
147

Rembuk Stunting Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan 2026 Langkah Nyata Desa Pasuruan Wujudkan Anak Sehat Dan Berkualitas
116

Safari Ramadhan Pemerintah Desa Pasuruan Pererat Silaturahmi Bersama Warga di Mushola Darul Khoir
188

Musyawarah Desa Pasuruan Bahas Usulan Bantuan Sosial Tahun 2026
314

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Pembentukan FPRB dan Satgas DESTANA
Berita
22
Pemerintah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027 untuk Wujudkan Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif
Berita
14

Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Sambut 26 Mahasiswa KKN ITERA, Perkuat Sinergi Untuk Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat
Berita
147

Rembuk Stunting Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan 2026 Langkah Nyata Desa Pasuruan Wujudkan Anak Sehat Dan Berkualitas
Berita
116

Safari Ramadhan Pemerintah Desa Pasuruan Pererat Silaturahmi Bersama Warga di Mushola Darul Khoir
Berita
188

Musyawarah Desa Pasuruan Bahas Usulan Bantuan Sosial Tahun 2026
Berita
314
Jl. RANUWIJAYA II DUSUN BANYUMAS RT 001 RW 001 DESA PASURUAN KECAMATAN PENENGAHAN KEBUPATEN LAMPUNG SELATAN Penengahan